Ha! Kemarin, tepatnya hari Jumat tgl 16 Desember, aku “terpaksa” keluar dari dorm setelah “dipaksa” utk check-out dari dorm selama Christmas break ini. Jadwal check-out sdh di set-up Kamis tgl 15, tapi hari Rabu mlm kemarin kota Lynchburg dapet berkah hujan salju dan ice yg cukup heavy. Jalanan semua licin dan dilapisi ice. Our friend, Michael, kena musibah di jalur highway US-29 North, mobil Suzuki Vitara kesayangannya mental dan hancur total. Puji Tuhan anak itu gak kenapa2.
Me and my Indo buddy, Will, sdh rencana pergi utk pindah ke rumah Pastor David Smeltz, yang bermurah hati menampung kami berdua selama liburan Natal ini. Rumah Pastor Dave kira2 20 miles dari Lynchburg, jalannya lewat highway yg sama tempat kejadian Michael kecelakaan.
Hari itu kami gak jadi berangkat pindah, semua jalanan licin dan hujan ice masih belum berhenti. Kamarku yang sudah dirapiin dan diberesin, akhirnya masih dipakai tidur semalam lagi…. Hidup memang repot. Bbrp temen kami beberapa yg udah mau mudik/berangkat libur hari itu terpaksa balik lagi juga ke kampus karena mrk gak bisa lanjut perjalanan di highway yg licin sementara kaca mobil mrk dipenuhi es yang nempel.
Malam itu kami para mhs yg kagak jelas nasibnya, keliling2 kota cari makanan, semua fastfood dan restoran tutup gara2 badai salju dan ice. Alhasil kami ke walmart dan masak makanan alakadarnya. Besoknya, hari Jumat, kami berangkat jam 2 sore. Hari sangat cerah, matahari nongol, dan cuaca tdk begitu dingin, jalanan lancar. Tiba di rumah Pastor Dave, kami tinggal di garasi belakang, which is nice, ada TV, ada meja belajar, ada 2 sofa, ada tungku kayu bakar, ada pemanas ruangan, dan ada PIANO….hehehe…. Mau tau hal pertama yg dilakukan setelah beres2 dan pindahin semua barang dari mobil???? Play piano and sing some hymns! I played Will’s favorite song from the hymnal, “Wonderful Grace of Jesus.” Not bad at all, I played and he sang, and it wasn’t out of tune, by the way. Sore hari sampai mlm jam 22.30, kami ngobrol puanjang tiga seri dengan Pastor David, isinya macem2 deh. Aku bersyukur dapat double-blessings tinggal di tempat ini, berkat jasmani lancar apalagi berkat rohani.
Di hari kedua, Z dan Will kembali berkolaborasi, kali ini bukan main piano dan nyanyi hymns, tapi masak buat tuan rumah! Pagi hari aku ujian setir mobil dan buat SIM, lulus lho, ciyeee, terus kami belanja bbrp bahan makanan, lalu pulang2 masak supper deh buat yg empunya ni rumah gede. Menu hari ini: wonton soup/sup pangsit babi dan sapi lada hitam. Waw, uenak buanget. Sayang, aku lupa ambil kamera utk bikin gambarnya, mudah2an besok pas edisi kedua cooking kami ga akan lupa. Puji Tuhan yg punya rumah kaga sakit perut dgn masakan yg kami bikin. Sore hari yg punya rumah pergi Christmas caroling dgn para lansia gereja, yg numpang rumah bingung, gak ada kerjaan, mau pergi tapi males banget soalnya jauhhh bener. Ya sudah kembali kupencet itu piano nganggur. Alhasil kami bikin double album nyanyi lagu2 hymns. Kalau dihitung, mungkin lebih dari 30 hymns yg kami nyanyiin just to kill time while doing nothing di mlm minggu ini. Boleh percaya boleh nggak, dari lagu2 yg dinyanyiin itu, separonya aku baru denger tadi, alias gak tau selama ini. Jadi aku merasa spt bego sendiri, apalagi justru Will yg lebih lancar baca not toge lumpia.
Overall, it wasn’t a bad weekend at all. I thank the Lord for that many blessings He gave to me. (photo menyusul, yach)
Saturday, December 17
unexpected weekend
Posted by
The Hobbit
at
12/17/2005 11:29:00 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment