nah hari demi hari sang murid bersusah payah membawa tempayan air.
...minggu demi minggu...1 bulan berlalu, dan secara takjub sang murid akhirnya menemukan rahasia sumber tenaga dalam justru ketika membawa tempayan air tsb.
apa rahasianya?
..wah terus terang saya ndak tahu, namanya juga alkisah..................."
"kebayang ngga kalo sang guru mengajar dengan teori hebat2 ttg jurus2 silatnya? tanpa praktek. bisakah sang murid jadi pesilat hebat?
aneh banget dong ah, masa belajar silat hanya dari teori ? ya kan? nah gimana dgn pembinaan gereja? aneh banget dong ah, mau belajar kasih hanya dr teori doang? aneh dong ah, mau belajar menjadi garam hanya dari kegiatan2 yang banyak di gereja?
jadi idenya, ide gombal #2 adalah spt ini:
jangan terlalu banyak program pembinaan di gereja, supaya murid2 bisa & punya cukup wakttu belajar praksis dlm kehidupan nyata. misal : komsel belajar ttg kasih, (cukup pertemuan 1bulan 1 kali) bulan berikutnya bagi setiap anggota yg belum praktek kasih, jangan datang komsel berikutnya sampai sudah praktek!! bagaimana mungkin mau belajar jurus berikutnya kalo jurus pertama belum bisa? percuma baca buku sampai habis berisi 1000 jurus sakti tanpa pernah praktek. ga akan bisa ngga..lah, pasti!
jadi siapa yang sudah pada tahu 1000 jurus? pasti para teman2 aktifis gereja sudah semua pada tahu...yakin lah sy =)
gimana kalo kita kembali ke jurus 1 aja yok! lupain 1000 jurus, yuk praktekin jurus 1 dulu ajah. kalo udah ngerti baru bisa belajar jurus 2, dst apa itu jurus 1 , 2, 3, dst....1000? anda2 pasti sudah pada tahu lah, kan hebat2 ...tapi maaf numpang nanya..sekali lagi maaf..
apakah anda sudah jadi pesilat sakti???????????????
Boleh setuju-gak setuju or kasi tanggapan, silakan dicerna baik2.
"People don't care how much you know, but they know how much you care."



