Saturday, December 24

Christmas 2005 memoirs - part II

Murid Sekolah Minggu mulai berlatih sandiwara
hai mari berhimpun dan bersukaria
panitia Natal sudah menghitung
delapan ratus ribu untuk konsumsi
tiga ratus ribu untuk dekorasi
dua ribu tahun sudah berlangsung

Pikiran membayangkan salju menutupi cemara
Natal diromantikkan jadi pigura
atau dijadikan peringatan zaman purba
gembala di padang Efrata
tiga orang majus dengan unta

Itukah isi berita kedatangan Yesus?

Juruselamat bukan saja Bayi di Betlehem tapi Rabbi di Yerusalem.
yang memaki kemunafikan
yang solider dengan si buangan
PengikutNya disuruh melanjutkan
mempraktekkan keadilan
memprotes jika kekuasaan disalahgunakan
menyediakan hati di mana solidaritas diperlukan
Itulah shallom

Natal lagi
Sudah dua ribu tahun shallom dimulai
tapi mana shallom

Seorang sopir taksi ditembak..... di Bungur
di Slipi seorang pemuda tergeletak ditembak dari jip yang terus kabur
disini selundup, disana korup

Seorang guru Sekolah Dasar menghitung dan melamun
memegang hadiah jerih payah setahun hitungannya tidak sukar
uang lima puluh ribuan lima lembar

Malam Natal lagi
malam damai di bumi
itulah juga kata sang letnan di dataran Golan
Damai di bumi tulisnya kepada keluarga dan taulan
besoknya ia membom lagi

Gedung itu ramai padat
Selamat! Selamat!
orang duduk, berdoa merunduk
Christmas dinner dimulai

Tak jauh dari situ
dalam sel kantor polisi
para tahanan duduk terpaku, sepi, lapar

Natal, bel alarm yang mengejutkan
Shallom itu teruskan!
Tapi pengikut Kristus lebih senang diayun lagu tenang
sunyi senyap.....dunia terlelap....

Tahun ini pun Natal cuma peringatan zaman dulu
cuma upacara ibadah
cuma urusan rohani pribadi

Malam Natal
malam senyap
dan pengikut Kristus terlelap

Selamat malam pengikut Kristus
selamat malam gereja
selamat tiduuuurrrrr... sssttt.......


by: Dr. Andar Ismail

1 comment:

Anonymous said...

dunia terlelap, tetapi Kristus tidak...
Dia mengamat setiap personal
Dia menyentuh setiap manusia
Dia datang untuk menghapus dosa dunia